ANAK MAMI ITU…..
Siapa sih sebenarnya anak mami itu? Kenapa sih dikatain anak mami?
Okejeh. Semua orang juga tau kok anak mami itu ya sejenis anak
manja gitu dong ya, apa-apa masih ditentuin orangtuanya (mau ini, mau itu,
minta izin kesini, minta izin kesitu, berteman sama si ini, berteman sama si
itu, de es be, de ka ka). Sebenarnya ada yang salah gak sih????? -_______-
Kenapa dikatain anak mami aja, padahal kan kadang-kadang papinya
juga netapin peraturan yang sama kayak maminya. Tapi kok mami aja sih yang
lebih terkenal?
*Udahlaah, papi mami stop dulu dibicarain. Sekarang mari kita luruskan
persepsi kita bersama. (^-^)v
Sebagian anak-anak muda jaman sekarang ini kayak malu besar gitu
kalo sampe dilabel-in anak mami sama temen-temennya yang lain. Serasa harga
diri terinjak-injak, reputasi hancur, peluang untuk hidup terkubur dalam,
harapan untuk dikenal sebagai anak gaul mati, berantakan, dihantui oleh jutaan
ejekan, makian, dihujani anak panah, dihantam ombak, tenggelam dalam samudera
dalam, diterbangkan angin topan, haaaffff *hilang arah (-_-)a okejeh,
lanjut.
Sebenarnya kita semua yang lahir didunia ini adalah anak mami, anak
papi juga loh. jadi apa salahnya dan kenapa harus malu ketika orang lain
ngatain kita anak mami. Ya emang gitu faktanya kok.
Emang sih, yang jadi permasalahannya sekarang ini adalah sebutan
anak mami yang kita dapatkan dari teman-teman lain itu karena semua hal yang
kita lakuin masih aja butuh persetujuan orang tua dan keterbatasan izin yang
orangtua kita berikan, ya bahasa kerennya orangtua yang over protektip gituu. Hal
ini kadang-kadang menjadi bahan ejekan bagi kita, atau malah menjadi alasan
teman-teman lain untuk menjauhi kita. Contohnya gini aja : teman-teman kita
males ngajakin kita kemana-mana, mereka langsung menganggap kita sebagai anak
mami yang gak dibolehin kemana-mana. Jadinya “GAK ASIK LOE, ANAK MAMI!!” Hal ini kadang-kadang membuat kita tertekan dan ingin menuntut
kebebasan kepada orang tua, bahkan gak sedikit juga yang jadi benci sama
orangtuanya. Tapi coba dong ngertiin papi-mami dulu, mereka pasti punya alasan
yang cukup kenapa memperlakukan kita seperti ini. Bahkan kalo anak yang
pengertian pasti memaklumi hal ini dan akan bertambah cintanya untuk papi-mami.
Hihihihii
sebenarnya anak mami itu bukannya gak dibolehin kemana-mana siih, tapi ada banyak pertimbangan dari orangtuanya. Orang tua itu pasti peduli sama anaknya, ingin yang terbaik untuk
anaknya, gak mau anaknya kenapa-kenapa. Nah, cara orang tua peduli kepada
anaknya cenderung berbeda-beda. Hal ini juga dikarenakan pandangan orangtua
terhadap anaknya masing-masing juga berbeda, termasuk pandangan yang berbeda terhadap
anak laki-laki dan perempuan. Pandangan yang berbeda juga membuahkan perlakuan
yang berbeda tentunya. Mungkin sebagian orangtua memang percaya sepenuhnya dan
yakin anak-anaknya bisa menjaga dirinya sendiri, namun ada juga sebagian orang
tua yang terlalu takut menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan sehingga jadi over protective gitu. Jadi ada banyak hal yang
dipertimbangkan orangtua dalam mengatur gaya hidup anaknya. Dalam hal perizinan
ni ya, ini dia ni yang biasanya yang menjadi pertimbangan orangtua :
SATU, kemana ,apa
manfaat dan tujuan kita melakukan suatu hal tersebut
Hal ini menjadi ukuran penting nomor satu yang dipertimbangkan
orangtua dalam perizinan. Biasanya point “kemana” akan kita ungkapkan tanpa
ditanyakan oleh orangtua. Ketika kita minta izin ini itu, kesini kesitu,
orangtua pasti menanyakan “ngapain?” atau kata-kata lain yang punya makna sama.
Kalau alasan yang kita berikan tepat dan menguntungkan, pasti orangtua mulai
membuka peluang untuk mengizinkan anaknya melakukan sesuatu tersebut. Tapi kalo
gak jelas tujuan dan manfaatnya apa, pasti orangtua bakal geleng-geleng sampe
pusingpun gak ngizinin.
Eksempel:
Ijo : buk, pak, minggu depan Jo mau ke Bali yaa...
Ibu : ngapain Jo?
Ijo : cuci mata bu..
Ayah : cuci mata pake air dikamar mandi kan bisa Jo, gak musti ke Bali.
Ijo : !@@#@#^$$^&%^&*(*()( *sinyal gak diizinin*
DUA, dengan siapa
dan dimana
Hal ini biasanya akan menjadi pertanyaan selanjutnya setelah pertanyaan
“ngapain”, ketika orangtua nanyain dengan siapa, maka jawaban yang akan
diterima adalah jawaban yang meyakinkan orangtua bahwa orang yang ikut bersama kita
adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa melindungi kita. Gak jarang juga tuh
orangtua nanyain “berapa orang yang ikutan”, karena jumlah peserta menentukan
peluang pemberian izin. Semakin besar angka yang dinyatakan, semakin besar
peluang mendapatkan izin. Hehee
Selanjutnya, kata Tanya “dimana”, ini akan muncul dalam banyak versi
pertanyaan, misalnya “kempingnya dimana?” “tidurnya dimana?” “makannya dimana?”
dan dimana-dimana lainnya. Kalo dimananya gak jelas, gak usah ngarep banyak
dapat izin buat kemana-mana.
Eksempel :
Ijo : buk, pak, Jo mau ke Bogor. Boleh ya….
Bapak : sama siapa Jo?
Ijo : anjing tetangga pak, Bleki. Tenang aja, dia kan udah pernah
dilatih jadi anjing militer.
Ibu : terus kamu mau nginap dimana di Bogor?
Ijo : dirumah temennya Bleki lah, buk!
Bapak : *nelpon rumah sakit jiwa* -__________-
TIGA, menyesuaikan
izin dengan kemampuan ekonomi, perilaku dan sifat kita sehari-hari
Orangtua yang perhatian sama anak-anaknya pasti paham betul sifat
dan perilaku anaknya sehari-hari, apa anaknya penakut, pemberani, malas, rajin,
penyabar, emosian, atau lain-lainnya. Nah, hal ini masuk kedalam pertimbangan
orangtua ketika memberikan izin kepada anaknya.
Contohnya gini aja
Ijo : pak, Jo mau ke SINGAPORE, sama temen sekelas, ikutan study
tour. Ntar nginapnya di Hotel. Harganya murah loh, seminggu Cuma 1 juta-an.
Bapak : iya, boleh. murah banget yaaa. Tiket pesawatnya berapaan?
Ijo : itu dia, bapak beliin pesawat dong! Jo mau nyetir pesawat
sendiri nih. Biar hemat
Bapak : -________- *ngurung Ijo di kamar mandi*
Ahahahahaaa,,
Nah, itu dia sekilas gambaran pertimbangan orangtua ketika
anak-anaknya minta izin ini itu. Sebagai anak yang baik hati kita harus
menghargai pertimbangan-pertimbangan tersebut. Karena sayang, makanya ditimbang
dulu sebelum ngizinin anaknya kemana-mana. Gak perlu alasan bohongan untuk
dapatin izin kemana-mana, bisa kualat loh. Pokoknya yang penting, kejujuran
yang kita bangun akan membuahkan kepercayaan disisi orangtua kita. Jadi gak
usah malu kalo gak diizinin kesini kesitu, ini diatur itu diatur. Semuanya udah
diporsikan sama orangtua kita, demi kebaikan kita pastinya. Udah deh, segitu
aja dulu. see u
Tidak ada komentar:
Posting Komentar