Kamis, 07 Februari 2013

anak mami itu.. (gak dibolehin kemana-mana?)



ANAK MAMI ITU…..
Siapa sih sebenarnya anak mami itu? Kenapa sih dikatain anak mami?
Okejeh. Semua orang juga tau kok anak mami itu ya sejenis anak manja gitu dong ya, apa-apa masih ditentuin orangtuanya (mau ini, mau itu, minta izin kesini, minta izin kesitu, berteman sama si ini, berteman sama si itu, de es be, de ka ka). Sebenarnya ada yang salah gak sih????? -_______-
Kenapa dikatain anak mami aja, padahal kan kadang-kadang papinya juga netapin peraturan yang sama kayak maminya. Tapi kok mami aja sih yang lebih terkenal?
*Udahlaah, papi mami stop dulu dibicarain. Sekarang mari kita luruskan persepsi kita bersama. (^-^)v
Sebagian anak-anak muda jaman sekarang ini kayak malu besar gitu kalo sampe dilabel-in anak mami sama temen-temennya yang lain. Serasa harga diri terinjak-injak, reputasi hancur, peluang untuk hidup terkubur dalam, harapan untuk dikenal sebagai anak gaul mati, berantakan, dihantui oleh jutaan ejekan, makian, dihujani anak panah, dihantam ombak, tenggelam dalam samudera dalam, diterbangkan angin topan, haaaffff *hilang arah (-_-)a okejeh, lanjut.
Sebenarnya kita semua yang lahir didunia ini adalah anak mami, anak papi juga loh. jadi apa salahnya dan kenapa harus malu ketika orang lain ngatain kita anak mami. Ya emang gitu faktanya kok.
Emang sih, yang jadi permasalahannya sekarang ini adalah sebutan anak mami yang kita dapatkan dari teman-teman lain itu karena semua hal yang kita lakuin masih aja butuh persetujuan orang tua dan keterbatasan izin yang orangtua kita berikan, ya bahasa kerennya orangtua yang over protektip gituu. Hal ini kadang-kadang menjadi bahan ejekan bagi kita, atau malah menjadi alasan teman-teman lain untuk menjauhi kita. Contohnya gini aja : teman-teman kita males ngajakin kita kemana-mana, mereka langsung menganggap kita sebagai anak mami yang gak dibolehin kemana-mana. Jadinya “GAK ASIK LOE, ANAK MAMI!!” Hal ini kadang-kadang membuat kita tertekan dan ingin menuntut kebebasan kepada orang tua, bahkan gak sedikit juga yang jadi benci sama orangtuanya. Tapi coba dong ngertiin papi-mami dulu, mereka pasti punya alasan yang cukup kenapa memperlakukan kita seperti ini. Bahkan kalo anak yang pengertian pasti memaklumi hal ini dan akan bertambah cintanya untuk papi-mami. Hihihihii
sebenarnya anak mami itu bukannya gak dibolehin kemana-mana siih, tapi ada banyak pertimbangan dari orangtuanya. Orang tua itu pasti peduli sama anaknya, ingin yang terbaik untuk anaknya, gak mau anaknya kenapa-kenapa. Nah, cara orang tua peduli kepada anaknya cenderung berbeda-beda. Hal ini juga dikarenakan pandangan orangtua terhadap anaknya masing-masing juga berbeda, termasuk pandangan yang berbeda terhadap anak laki-laki dan perempuan. Pandangan yang berbeda juga membuahkan perlakuan yang berbeda tentunya. Mungkin sebagian orangtua memang percaya sepenuhnya dan yakin anak-anaknya bisa menjaga dirinya sendiri, namun ada juga sebagian orang tua yang terlalu takut menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga jadi over protective gitu. Jadi ada banyak hal yang dipertimbangkan orangtua dalam mengatur gaya hidup anaknya. Dalam hal perizinan ni ya, ini dia ni yang biasanya yang menjadi pertimbangan orangtua :
SATU, kemana ,apa manfaat dan tujuan kita melakukan suatu hal tersebut
Hal ini menjadi ukuran penting nomor satu yang dipertimbangkan orangtua dalam perizinan. Biasanya point “kemana” akan kita ungkapkan tanpa ditanyakan oleh orangtua. Ketika kita minta izin ini itu, kesini kesitu, orangtua pasti menanyakan “ngapain?” atau kata-kata lain yang punya makna sama. Kalau alasan yang kita berikan tepat dan menguntungkan, pasti orangtua mulai membuka peluang untuk mengizinkan anaknya melakukan sesuatu tersebut. Tapi kalo gak jelas tujuan dan manfaatnya apa, pasti orangtua bakal geleng-geleng sampe pusingpun gak ngizinin.
Eksempel:
Ijo : buk, pak, minggu depan Jo mau ke Bali yaa...
Ibu : ngapain Jo?
Ijo : cuci mata bu..
Ayah : cuci mata pake air dikamar mandi kan bisa Jo,  gak musti ke Bali.
Ijo : !@@#@#^$$^&%^&*(*()( *sinyal gak diizinin*
DUA, dengan siapa dan dimana
Hal ini biasanya akan menjadi pertanyaan selanjutnya setelah pertanyaan “ngapain”, ketika orangtua nanyain dengan siapa, maka jawaban yang akan diterima adalah jawaban yang meyakinkan orangtua bahwa orang yang ikut bersama kita adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa melindungi kita. Gak jarang juga tuh orangtua nanyain “berapa orang yang ikutan”, karena jumlah peserta menentukan peluang pemberian izin. Semakin besar angka yang dinyatakan, semakin besar peluang mendapatkan izin. Hehee
Selanjutnya, kata Tanya “dimana”, ini akan muncul dalam banyak versi pertanyaan, misalnya “kempingnya dimana?” “tidurnya dimana?” “makannya dimana?” dan dimana-dimana lainnya. Kalo dimananya gak jelas, gak usah ngarep banyak dapat izin buat kemana-mana.
Eksempel :
Ijo : buk, pak, Jo mau ke Bogor. Boleh ya….
Bapak : sama siapa Jo?
Ijo : anjing tetangga pak, Bleki. Tenang aja, dia kan udah pernah dilatih jadi anjing militer.
Ibu : terus kamu mau nginap dimana di Bogor?
Ijo : dirumah temennya Bleki lah, buk!
Bapak : *nelpon rumah sakit jiwa* -__________-
TIGA, menyesuaikan izin dengan kemampuan ekonomi, perilaku dan sifat kita sehari-hari
Orangtua yang perhatian sama anak-anaknya pasti paham betul sifat dan perilaku anaknya sehari-hari, apa anaknya penakut, pemberani, malas, rajin, penyabar, emosian, atau lain-lainnya. Nah, hal ini masuk kedalam pertimbangan orangtua ketika memberikan izin kepada anaknya.
Contohnya gini aja
Ijo : pak, Jo mau ke SINGAPORE, sama temen sekelas, ikutan study tour. Ntar nginapnya di Hotel. Harganya murah loh, seminggu Cuma 1 juta-an.
Bapak : iya, boleh. murah banget yaaa. Tiket pesawatnya berapaan?
Ijo : itu dia, bapak beliin pesawat dong! Jo mau nyetir pesawat sendiri nih. Biar hemat
Bapak : -________- *ngurung Ijo di kamar mandi*
Ahahahahaaa,,
Nah, itu dia sekilas gambaran pertimbangan orangtua ketika anak-anaknya minta izin ini itu. Sebagai anak yang baik hati kita harus menghargai pertimbangan-pertimbangan tersebut. Karena sayang, makanya ditimbang dulu sebelum ngizinin anaknya kemana-mana. Gak perlu alasan bohongan untuk dapatin izin kemana-mana, bisa kualat loh. Pokoknya yang penting, kejujuran yang kita bangun akan membuahkan kepercayaan disisi orangtua kita. Jadi gak usah malu kalo gak diizinin kesini kesitu, ini diatur itu diatur. Semuanya udah diporsikan sama orangtua kita, demi kebaikan kita pastinya. Udah deh, segitu aja dulu. see u

Tidak ada komentar: