Matahari memang tampaknya ganas. Seharian itu sinarnya tak terhalangi awan sedikitpun. Hingga senja pun matahari itu tampaknya enggan terbenam. Menuju jalan pulang aku akan melalui jembatan panjang dengan menghadap ke arah matahari itu. Awalnya aku sempat kesal, itu sangat mengganggu. Namun semakin jauh aku melintasi jembatan, matahari itupun redup terhalang ranting pohon. Nah,, saat itu aku terpukau. Sinarnya menyusup dicelah-celah ranting pohon. Jalanan yang awalnya terasa padat menyesakkan terasa begitu tenang. Yah, pantas saja,, orang-orang pada belok kiri pulang melewati jalan pintas. Matahari itu masih memukau. Cahayanya kemudian membentuk garis garis yang tak dapat dilukiskan oleh tangan manusia, benarlah itu luar biasa. Ehh tiba-tiba ada yang mencet klackson dibelakang motorku. Ternyata aku terlalu lama mengendarai motorku. Akupun agak menepi mempersilahkan kendaraan lain mendahului sambil bergumam dalam hati "apa ga ada seorangpun yang liat apa yang aku liat??" Tiba-tiba disana aku melihat seorang pria paruh baya mengendarai sepeda motor yang tampaknya hampir sebaya dengannya. Ia mengendarai motornya dengan gagah memboncengi istrinya. Aku lihat apa yang mereka bawa, sebuah karung, yang mereka pakai, yang bagaimana tampaknya baju mereka kotor karena lelah bekerja, sendal mereka lusuh dan sangat tipis nyaris seperti tak layak pakai. Begitu aku melihat mereka serba kekurangan, bukan hanya aku, mungkin setiap orang yang melihatnya akan tampak begitu. Namun Seketika aku melihat keduanya tertawa bersama, melihat langit dan garis - garis cahaya matahari bersama, kekurangan itupun sirna dan mulailah tampak kelebihan mereka. Mereka adalah pekerja yang mencari rizki dengan menempuh jalan halal, karena itu mereka tak sekejap mata menjadi org kaya, mereka itu mengenakan pakaian yang cukup tertutup meski penuh tambalan, mereka itu bahagia, mereka itu tak seperti yang saya lihat, saya tidak tahu apapun tentang mereka.. saya sama sekali tidak tahu...... sekilas 5 detik berlalu, itulah yang tampak disana. Saya melewati mereka dan meninggalkan semua apa yang namanya mengurusi orang lain. Saya tidak pernah tau itu apa, tidak pernah.. kemudian saya lanjutkan perjalanan pulang dan ternyata mereka adaalah orang kaya di kampung saya. Kebetulan baru pulang dari kebuunnya yang ada disekitar sekolah saya. Wassalam,
HIJAU MUDA
Senin, 16 Juni 2014
Kamis, 06 Februari 2014
Semester Lima
Gak terasa semester lima udah berlalu
pemirsa. Gak nyangka juga rupanya udah setahun gak pernah lagi nge-post di blog
ini. Udah makin tua aja ni yang nulis di blog. Udah semester lima, lima,
limaa,, limaaaa.. udah dua tahun setengah kuliah, tapi masih aja berleha-leha
gak jelas kemana. -_- bukannya gak jelas kemana sih sebenarnya, tapi kurang sadar
aja kalo ternyata udah hampir jadi letting tua di kampus, trus juga masih
kurang sadar kalau sebentar lagi akan jumpa sama seseorang yang biasanya sering
disebut-sebut namanya sama kakak-kakak senior, seseorang yang kayaknya dicintai
dengan sepenuh hati sama senior-senior, kalo gak salah namanya skripsi, ya
SKRIPSI. Hehe,, tapi kayaknya masih agak jauh ni ke tahap skripsi, kira-kira
masih ada 95 KM lagi. Jadi sekarang nikmati dulu dan focus sama apa yang akan datang
di semester enam. Berhubung aku masih dalam perjalanan ke semester enam, jadi
aku belum tau gimana keadaan disana. Sekarang aku mau ceritain keadaan di
semester lima dulu sodara~~~
Hari
Rabu tanggal 6 Februari, kami semua Alhamdulillah udah selesai ujian. Kayak-kayak
udah lepas semua beban semester lima ini. Gak tau kenapa semester ni terasa
agak sedikit kurang hiburan, makan tambah banyak, bensin lebih banyak habisnya,
sering pulang siang-siang bolong kepanasan, trus juga malam-malam terasa gak
enak tidur. Gak tau juga itu semua efek dari apa ya, entah efek dari
tugas-tugas yang bikin keriting jari, ntah juga Karena lampu merah di bundaran
mau ke kampus, ntah juga mungkin karena Global Warming. Jaman sekarang
ni kebanyakan semuanya pada kurang jelas, galau.
Tiba-tiba
jadi rindu suasana pas masih belajar di semester muda dulu. Bawa bekal makan
siang dari rumah, bawa minum sebotol satu liter, istirahat trus solat + tidur
bentar di Mushalla (hehe), nonton filem di waktu-waktu kosong sebelum masuk
kelas lagi, banyaklah lain-lainnya. Rindu… :’(
Sayangnya
semester lima kemarin kami engga sempat nikmati yang gitu lagi, mulai dari
Mushalla yang tiba-tiba di Sulap jadi ruangan untuk sidang, jadinya kami gak bisa
sholat disitu, gakbisa santai-santai sambil belajar, walaupun sebenarnya masih ada
musholla satu lagi, di gedung satunya lagi, tapi entahlah hati ini rindu aja
sama musholla yang di gedung A ini. Benar-benar menyedihkan pemirsa, sedih aja
Mushalla yang biasanya bisa jadi tempat untuk lepas lelah sebentar, sekarang
udah jadi.. ah sudahlah. Mungkin emang udah mepet ruangannya jadi terpaksa
dipakai ruangan mushalla. Sebenarnya masih bisa di pake buat sholat, tapi udah
sempit dan jadi tambah gelap, pengap gitu. Apapun itu, Semoga ruangannya bisa
memberi manfaat untuk keperluan yang baik-baik, aamiin.
Trus
lainnya, kalo dulu bisa ketawa-ketawa nonton pilem rame-rame, semester lima
udah gak lagi. Jadwalnya padat, trus juga kalo ada waktu kosong palingan semua
milih untuk langsung pulang kerumah masing-masing, penat di kampus. Sama sekali
gak terhibur anak muda,, walaupun dirumah juga bisa nonton, tapi tetap aja
nonton rame-rame itu lebih seruu,, lebih lebih lebih lagi kalo pilemnya lucu
atau konyol. Ketawanya bisa sampe-sampe lupa diri, Astaghfirullah :D Pilem paporit
kami yang begituan.
Disisi lain, kalo ngomongin masalah tugas juga sebenarnya salah satu yang
merenggut sedikit keleluasaan di semester lima, kalo dulu-dulunya di semester
muda ada banyak juga tugas, tapi kayak gak terasa aja beratnya, yaaa tapi mau
gimana kan, namanya juga anak kuliahan, kalo Cuma datang, duduk, pulang, juga
gak terikat ilmunya, ya tugas emang udah sewajarnya wewenang dosen yang ngasih
sesuai takaran di timbangan mereka, hehe.. -____- :’]
Jadi kesimpulannya, semua itu udah berlalu dan udah jadi rangkuman singkat tentang sedikit kurangnya hiburan di semester lima, semoga kepenatan yang sempat terkurung itu bisa bebas dengan liburan lepas ujian ini. Semoga semester ke depan ini bisa lebih bagus dan terhindar dari yang namanya stress anak muda semuanya. Aamiin.. Udah gitu aja dulu,,
kita ketemu lagi di postingan lain kali ya. makasih yang udah baca :D
Senin, 25 Februari 2013
Nyanyian Hujan
Haii.. selamat pagi/siang/sore/malam (kapan aja kalian bacanya. Hehe)
Tiba-tiba dapat inspirasi nulis dikit dari hujan yang sejak tadi malam
turun gak berenti-berenti.. ngomong-ngomong tentang ujan ni ya, dia seringkali
menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, banyak kata-kata indah tentang hujan
yang dirangkai orang-orang, kadang-kadang nih kalo di twitter sampe di ritwit
ribuan orang. Iwaw banget tu ya, padahal cuma pake kata kunci hujan, tapi
kesannya seindah aurora yang berpijar di kutub utara (caileeh), kayak postingan
aku juga ni, “Nyanyian Hujan”, kesannya lebih gimanaaa gitu ya dibanding
“nyanyian petir”. Ya memang sih, hujan membawa kesan-kesan tersendiri bagi setiap
orang. Ada yang menikmatinya dan ada juga yang merasa kesal dengan turunnya
hujan. Biasanya ni ya. semua orang itu suka ujan, bawaannya adeeeeem aja
dirumah, yang ngeselinnya kadang-kadang karna hujan turun dimalam minggu (kalo
aku sih enggak, malah seneng), hujan turun pas ada janjian, kerja, atau ngampus,
ataaau hujan yang ngajak temen-temennya ikut bernyanyi bersama (ex: angin
kencang, kilat, petir, dan kawan-kawan) cuma itu aja kayaknya yang bikin ujan
jadi gak indah (itupun bagi sebagian orang). Bagi orang-orang yang suka ujan
apa adanya ya pastinya mau badai tornado menghantam sekalipun ya gak masalah
gitu. *ngeri*
Naaaaah, sekarang kita ngomong ke bagian utama postingan ini,
nyanyian hujan. Sebelum dijelasin apa itu nyanyian hujan, ada yang udah tau gak
binatang apa nyanyian hujan itu?
Satu detik……..
Dua detik………
Tiga detik……..
Yah, ga ada yang jawab. Pasti pada gak tau jawabannya. Okejeh, biar
kakak kece ini saja yang menjelaskannya. [*maaf cakap* hehee (//_-)]
Nyanyian hujan itu ya, emmm…. Apa yaaa, gimana nih cara simple
jelasinnya. Kakak kece pun bingung. Apa langsung aja kita masuk ke contohnya
aja kali ya..
Gini, setiap hujan turun, kalo kita lagi duduk sendirian atau sama
temen-temen pasti ada hal-hal yang terngiang bersama nada-nada hujan yang
turun, nada-nada itu memberikan gambaran yang menjadikan khayalan masa depan
dan kenangan masa lalu kita terasa lebih hidup, nyata, dan rasanya lebih
“kenak” disini *nunjuk hati* (ini realita loh, fakta mantemaan), beberapa contoh
diantaranya kayak di bawah nii:
- Piwwwitt.
Ngomong-ngomong masalah rindu nih, biasanya rindu yang sudah lama padam bisa
hidup kembali ketika hujan turun. Bagi anak muda yang pernah / sempat punya
pacar dan sekarang pacarnya udah meninggal (dihatinya), biasanya kalo ujan
turun arwah mantannya itu bakal gentayangan disekitar otaknya. Hih, ngeri tuh.
Kalo udah ada tanda-tanda yang begituan mending tidur aja, atau tinggalkan
segera lamunan itu, daripada selanjutnya kenangan sama mantan ikutan
gentayangan dan menyayat-nyayat dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.
Hiiiiiii ~(o.O)~ lagu ini juga biasanya terngiang-ngiang di hati para LDR_wan
dan LDR_wati. Cabaya teman-teman,,, hihihihihiiihi
-
Bagi
anak rantau yang hidupnya jauh dari
keluarga, biasanya hujan bikin mereka kangen kehangatan ngumpul bersama
keluarga di kampung halaman, jadi teringat kalo ujan pasti orang-orang ngumpul semua
dirumah, gak bisa keluar kemana-mana, nonton bareng, makan kue buatan ibu/nenek
bareng-bareng, ngeteh bareng, hmmm, Karna ketika hujan turun, kenangan suara
ibu, bapak, kakek, nenek, dssl (dan sodara-sodara lainnya) yang suka merepet
akan berubah menjadi nyanyian indah dan syahdu, ngangenin gitu. *peluk poto
keluarga*
- Pas ujan turun, lagi duduk sendirian,
tiba-tiba ngayal ada disuatu tempat yang ingin dikunjungi bersama orang yang
dicintai, poto-poto, terus potonya aplod ke facebook, di like banyak orang.
Wiiihhh.. atau bisa jadi khayalannya tentang nanti jadi orang sukses, pengen
punya pesawat pribadi, keliling dunia, atau bisa jadi khayalan jadian sama
personel suju, atau hidup seperti cerita drama korea~ *pelan-pelan mata ketutup
dan akhirnya ketiduran, dan semua itu menjadi mimpi belaka* hahaha
Kisah
klasik. Biasanya waktu SMP,ngingat masa SD. waktu SMA, ningat masa SMP. waktu
kuliah ingat masa SMA, dan selanjutnya masa-masa SMA akan terus melekat kuat
setiap hujan turun. Jadi kangen sama teman-teman, kangen suasana sekolah,
kangen tidur dikelas, kangen kabur ke kantin/toilet pas lagi jam pelajaran,
kangen rebutan makanan di kantin pas jam istirahat, kangen dimarahin guru,
dikejar guru, kangen nyanyi rame-rame dikelas, kangen hujan-hujanan pulang
sekolah, dsb. biasanya yang dikangenin itu hal-hal yang bisa dibilang bandel
yaa..
- Ada juga
yang mengenang indahnya masa kecil yang menyenangkan, pas lagi duduk sendirian
ujan-ujan liat keluar jendela, tiba-tiba ada bayangan anak kecil lari-lari
ditengah hujan sambil ketawa senang sama kakak-kakaknya atau teman sepermainan,
bisa jadi liat selokan kebayang waktu kecil dulu kalo ujan di selokan banyak
ikan, nangkap ikan rame-rame. Bahagianyaaa~
Mengingatkan
pada makanan-makanan lezat di luar sana. Biasaa kalo ujan-ujan bawaannya lapar
aja,, kayaknya makanan-makanan pada nyanyi minta dibeli. (-_-!) teh, kopi,
moccachino, dkk juga ikut bernyanyi bersama makanan. *tiba-tiba lapar*
Nah, itu dia teman-teman beberapa hal yang sering bernyanyi saat
hujan turun (nyanyian hujan versi aku). Kalo versi kalian ada lagi gak ?
Kamis, 07 Februari 2013
anak mami itu.. (gak dibolehin kemana-mana?)
ANAK MAMI ITU…..
Siapa sih sebenarnya anak mami itu? Kenapa sih dikatain anak mami?
Okejeh. Semua orang juga tau kok anak mami itu ya sejenis anak
manja gitu dong ya, apa-apa masih ditentuin orangtuanya (mau ini, mau itu,
minta izin kesini, minta izin kesitu, berteman sama si ini, berteman sama si
itu, de es be, de ka ka). Sebenarnya ada yang salah gak sih????? -_______-
Kenapa dikatain anak mami aja, padahal kan kadang-kadang papinya
juga netapin peraturan yang sama kayak maminya. Tapi kok mami aja sih yang
lebih terkenal?
*Udahlaah, papi mami stop dulu dibicarain. Sekarang mari kita luruskan
persepsi kita bersama. (^-^)v
Sebagian anak-anak muda jaman sekarang ini kayak malu besar gitu
kalo sampe dilabel-in anak mami sama temen-temennya yang lain. Serasa harga
diri terinjak-injak, reputasi hancur, peluang untuk hidup terkubur dalam,
harapan untuk dikenal sebagai anak gaul mati, berantakan, dihantui oleh jutaan
ejekan, makian, dihujani anak panah, dihantam ombak, tenggelam dalam samudera
dalam, diterbangkan angin topan, haaaffff *hilang arah (-_-)a okejeh,
lanjut.
Sebenarnya kita semua yang lahir didunia ini adalah anak mami, anak
papi juga loh. jadi apa salahnya dan kenapa harus malu ketika orang lain
ngatain kita anak mami. Ya emang gitu faktanya kok.
Emang sih, yang jadi permasalahannya sekarang ini adalah sebutan
anak mami yang kita dapatkan dari teman-teman lain itu karena semua hal yang
kita lakuin masih aja butuh persetujuan orang tua dan keterbatasan izin yang
orangtua kita berikan, ya bahasa kerennya orangtua yang over protektip gituu. Hal
ini kadang-kadang menjadi bahan ejekan bagi kita, atau malah menjadi alasan
teman-teman lain untuk menjauhi kita. Contohnya gini aja : teman-teman kita
males ngajakin kita kemana-mana, mereka langsung menganggap kita sebagai anak
mami yang gak dibolehin kemana-mana. Jadinya “GAK ASIK LOE, ANAK MAMI!!” Hal ini kadang-kadang membuat kita tertekan dan ingin menuntut
kebebasan kepada orang tua, bahkan gak sedikit juga yang jadi benci sama
orangtuanya. Tapi coba dong ngertiin papi-mami dulu, mereka pasti punya alasan
yang cukup kenapa memperlakukan kita seperti ini. Bahkan kalo anak yang
pengertian pasti memaklumi hal ini dan akan bertambah cintanya untuk papi-mami.
Hihihihii
sebenarnya anak mami itu bukannya gak dibolehin kemana-mana siih, tapi ada banyak pertimbangan dari orangtuanya. Orang tua itu pasti peduli sama anaknya, ingin yang terbaik untuk
anaknya, gak mau anaknya kenapa-kenapa. Nah, cara orang tua peduli kepada
anaknya cenderung berbeda-beda. Hal ini juga dikarenakan pandangan orangtua
terhadap anaknya masing-masing juga berbeda, termasuk pandangan yang berbeda terhadap
anak laki-laki dan perempuan. Pandangan yang berbeda juga membuahkan perlakuan
yang berbeda tentunya. Mungkin sebagian orangtua memang percaya sepenuhnya dan
yakin anak-anaknya bisa menjaga dirinya sendiri, namun ada juga sebagian orang
tua yang terlalu takut menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan sehingga jadi over protective gitu. Jadi ada banyak hal yang
dipertimbangkan orangtua dalam mengatur gaya hidup anaknya. Dalam hal perizinan
ni ya, ini dia ni yang biasanya yang menjadi pertimbangan orangtua :
SATU, kemana ,apa
manfaat dan tujuan kita melakukan suatu hal tersebut
Hal ini menjadi ukuran penting nomor satu yang dipertimbangkan
orangtua dalam perizinan. Biasanya point “kemana” akan kita ungkapkan tanpa
ditanyakan oleh orangtua. Ketika kita minta izin ini itu, kesini kesitu,
orangtua pasti menanyakan “ngapain?” atau kata-kata lain yang punya makna sama.
Kalau alasan yang kita berikan tepat dan menguntungkan, pasti orangtua mulai
membuka peluang untuk mengizinkan anaknya melakukan sesuatu tersebut. Tapi kalo
gak jelas tujuan dan manfaatnya apa, pasti orangtua bakal geleng-geleng sampe
pusingpun gak ngizinin.
Eksempel:
Ijo : buk, pak, minggu depan Jo mau ke Bali yaa...
Ibu : ngapain Jo?
Ijo : cuci mata bu..
Ayah : cuci mata pake air dikamar mandi kan bisa Jo, gak musti ke Bali.
Ijo : !@@#@#^$$^&%^&*(*()( *sinyal gak diizinin*
DUA, dengan siapa
dan dimana
Hal ini biasanya akan menjadi pertanyaan selanjutnya setelah pertanyaan
“ngapain”, ketika orangtua nanyain dengan siapa, maka jawaban yang akan
diterima adalah jawaban yang meyakinkan orangtua bahwa orang yang ikut bersama kita
adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa melindungi kita. Gak jarang juga tuh
orangtua nanyain “berapa orang yang ikutan”, karena jumlah peserta menentukan
peluang pemberian izin. Semakin besar angka yang dinyatakan, semakin besar
peluang mendapatkan izin. Hehee
Selanjutnya, kata Tanya “dimana”, ini akan muncul dalam banyak versi
pertanyaan, misalnya “kempingnya dimana?” “tidurnya dimana?” “makannya dimana?”
dan dimana-dimana lainnya. Kalo dimananya gak jelas, gak usah ngarep banyak
dapat izin buat kemana-mana.
Eksempel :
Ijo : buk, pak, Jo mau ke Bogor. Boleh ya….
Bapak : sama siapa Jo?
Ijo : anjing tetangga pak, Bleki. Tenang aja, dia kan udah pernah
dilatih jadi anjing militer.
Ibu : terus kamu mau nginap dimana di Bogor?
Ijo : dirumah temennya Bleki lah, buk!
Bapak : *nelpon rumah sakit jiwa* -__________-
TIGA, menyesuaikan
izin dengan kemampuan ekonomi, perilaku dan sifat kita sehari-hari
Orangtua yang perhatian sama anak-anaknya pasti paham betul sifat
dan perilaku anaknya sehari-hari, apa anaknya penakut, pemberani, malas, rajin,
penyabar, emosian, atau lain-lainnya. Nah, hal ini masuk kedalam pertimbangan
orangtua ketika memberikan izin kepada anaknya.
Contohnya gini aja
Ijo : pak, Jo mau ke SINGAPORE, sama temen sekelas, ikutan study
tour. Ntar nginapnya di Hotel. Harganya murah loh, seminggu Cuma 1 juta-an.
Bapak : iya, boleh. murah banget yaaa. Tiket pesawatnya berapaan?
Ijo : itu dia, bapak beliin pesawat dong! Jo mau nyetir pesawat
sendiri nih. Biar hemat
Bapak : -________- *ngurung Ijo di kamar mandi*
Ahahahahaaa,,
Nah, itu dia sekilas gambaran pertimbangan orangtua ketika
anak-anaknya minta izin ini itu. Sebagai anak yang baik hati kita harus
menghargai pertimbangan-pertimbangan tersebut. Karena sayang, makanya ditimbang
dulu sebelum ngizinin anaknya kemana-mana. Gak perlu alasan bohongan untuk
dapatin izin kemana-mana, bisa kualat loh. Pokoknya yang penting, kejujuran
yang kita bangun akan membuahkan kepercayaan disisi orangtua kita. Jadi gak
usah malu kalo gak diizinin kesini kesitu, ini diatur itu diatur. Semuanya udah
diporsikan sama orangtua kita, demi kebaikan kita pastinya. Udah deh, segitu
aja dulu. see u
Langganan:
Komentar (Atom)