Senin, 25 Februari 2013

Nyanyian Hujan

Haii.. selamat pagi/siang/sore/malam (kapan aja kalian bacanya. Hehe)
Tiba-tiba dapat inspirasi nulis dikit dari hujan yang sejak tadi malam turun gak berenti-berenti.. ngomong-ngomong tentang ujan ni ya, dia seringkali menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang, banyak kata-kata indah tentang hujan yang dirangkai orang-orang, kadang-kadang nih kalo di twitter sampe di ritwit ribuan orang. Iwaw banget tu ya, padahal cuma pake kata kunci hujan, tapi kesannya seindah aurora yang berpijar di kutub utara (caileeh), kayak postingan aku juga ni, “Nyanyian Hujan”, kesannya lebih gimanaaa gitu ya dibanding “nyanyian petir”. Ya memang sih, hujan membawa kesan-kesan tersendiri bagi setiap orang. Ada yang menikmatinya dan ada juga yang merasa kesal dengan turunnya hujan. Biasanya ni ya. semua orang itu suka ujan, bawaannya adeeeeem aja dirumah, yang ngeselinnya kadang-kadang karna hujan turun dimalam minggu (kalo aku sih enggak, malah seneng), hujan turun pas ada janjian, kerja, atau ngampus, ataaau hujan yang ngajak temen-temennya ikut bernyanyi bersama (ex: angin kencang, kilat, petir, dan kawan-kawan) cuma itu aja kayaknya yang bikin ujan jadi gak indah (itupun bagi sebagian orang). Bagi orang-orang yang suka ujan apa adanya ya pastinya mau badai tornado menghantam sekalipun ya gak masalah gitu. *ngeri*
Naaaaah, sekarang kita ngomong ke bagian utama postingan ini, nyanyian hujan. Sebelum dijelasin apa itu nyanyian hujan, ada yang udah tau gak binatang apa nyanyian hujan itu?
Satu detik……..






Dua detik………





Tiga detik……..

Yah, ga ada yang jawab. Pasti pada gak tau jawabannya. Okejeh, biar kakak kece ini saja yang menjelaskannya. [*maaf cakap* hehee (//_-)]
Nyanyian hujan itu ya, emmm…. Apa yaaa, gimana nih cara simple jelasinnya. Kakak kece pun bingung. Apa langsung aja kita masuk ke contohnya aja kali ya..
Gini, setiap hujan turun, kalo kita lagi duduk sendirian atau sama temen-temen pasti ada hal-hal yang terngiang bersama nada-nada hujan yang turun, nada-nada itu memberikan gambaran yang menjadikan khayalan masa depan dan kenangan masa lalu kita terasa lebih hidup, nyata, dan rasanya lebih “kenak” disini *nunjuk hati* (ini realita loh, fakta mantemaan), beberapa contoh diantaranya kayak di bawah nii:
-     Piwwwitt. Ngomong-ngomong masalah rindu nih, biasanya rindu yang sudah lama padam bisa hidup kembali ketika hujan turun. Bagi anak muda yang pernah / sempat punya pacar dan sekarang pacarnya udah meninggal (dihatinya), biasanya kalo ujan turun arwah mantannya itu bakal gentayangan disekitar otaknya. Hih, ngeri tuh. Kalo udah ada tanda-tanda yang begituan mending tidur aja, atau tinggalkan segera lamunan itu, daripada selanjutnya kenangan sama mantan ikutan gentayangan dan menyayat-nyayat dari ujung kaki sampai ke ujung rambut. Hiiiiiii ~(o.O)~ lagu ini juga biasanya terngiang-ngiang di hati para LDR_wan dan LDR_wati. Cabaya teman-teman,,, hihihihihiiihi
-         Bagi anak rantau  yang hidupnya jauh dari keluarga, biasanya hujan bikin mereka kangen kehangatan ngumpul bersama keluarga di kampung halaman, jadi teringat kalo ujan pasti orang-orang ngumpul semua dirumah, gak bisa keluar kemana-mana, nonton bareng, makan kue buatan ibu/nenek bareng-bareng, ngeteh bareng, hmmm, Karna ketika hujan turun, kenangan suara ibu, bapak, kakek, nenek, dssl (dan sodara-sodara lainnya) yang suka merepet akan berubah menjadi nyanyian indah dan syahdu, ngangenin gitu. *peluk poto keluarga*
-   Pas ujan turun, lagi duduk sendirian, tiba-tiba ngayal ada disuatu tempat yang ingin dikunjungi bersama orang yang dicintai, poto-poto, terus potonya aplod ke facebook, di like banyak orang. Wiiihhh.. atau bisa jadi khayalannya tentang nanti jadi orang sukses, pengen punya pesawat pribadi, keliling dunia, atau bisa jadi khayalan jadian sama personel suju, atau hidup seperti cerita drama korea~ *pelan-pelan mata ketutup dan akhirnya ketiduran, dan semua itu menjadi mimpi belaka* hahaha
    Kisah klasik. Biasanya waktu SMP,ngingat masa SD. waktu SMA, ningat masa SMP. waktu kuliah ingat masa SMA, dan selanjutnya masa-masa SMA akan terus melekat kuat setiap hujan turun. Jadi kangen sama teman-teman, kangen suasana sekolah, kangen tidur dikelas, kangen kabur ke kantin/toilet pas lagi jam pelajaran, kangen rebutan makanan di kantin pas jam istirahat, kangen dimarahin guru, dikejar guru, kangen nyanyi rame-rame dikelas, kangen hujan-hujanan pulang sekolah, dsb. biasanya yang dikangenin itu hal-hal yang bisa dibilang bandel yaa..
-   Ada juga yang mengenang indahnya masa kecil yang menyenangkan, pas lagi duduk sendirian ujan-ujan liat keluar jendela, tiba-tiba ada bayangan anak kecil lari-lari ditengah hujan sambil ketawa senang sama kakak-kakaknya atau teman sepermainan, bisa jadi liat selokan kebayang waktu kecil dulu kalo ujan di selokan banyak ikan, nangkap ikan rame-rame. Bahagianyaaa~
   Mengingatkan pada makanan-makanan lezat di luar sana. Biasaa kalo ujan-ujan bawaannya lapar aja,, kayaknya makanan-makanan pada nyanyi minta dibeli. (-_-!) teh, kopi, moccachino, dkk juga ikut bernyanyi bersama makanan. *tiba-tiba lapar*
Nah, itu dia teman-teman beberapa hal yang sering bernyanyi saat hujan turun (nyanyian hujan versi aku). Kalo versi kalian ada lagi gak ?



Kamis, 07 Februari 2013

anak mami itu.. (gak dibolehin kemana-mana?)



ANAK MAMI ITU…..
Siapa sih sebenarnya anak mami itu? Kenapa sih dikatain anak mami?
Okejeh. Semua orang juga tau kok anak mami itu ya sejenis anak manja gitu dong ya, apa-apa masih ditentuin orangtuanya (mau ini, mau itu, minta izin kesini, minta izin kesitu, berteman sama si ini, berteman sama si itu, de es be, de ka ka). Sebenarnya ada yang salah gak sih????? -_______-
Kenapa dikatain anak mami aja, padahal kan kadang-kadang papinya juga netapin peraturan yang sama kayak maminya. Tapi kok mami aja sih yang lebih terkenal?
*Udahlaah, papi mami stop dulu dibicarain. Sekarang mari kita luruskan persepsi kita bersama. (^-^)v
Sebagian anak-anak muda jaman sekarang ini kayak malu besar gitu kalo sampe dilabel-in anak mami sama temen-temennya yang lain. Serasa harga diri terinjak-injak, reputasi hancur, peluang untuk hidup terkubur dalam, harapan untuk dikenal sebagai anak gaul mati, berantakan, dihantui oleh jutaan ejekan, makian, dihujani anak panah, dihantam ombak, tenggelam dalam samudera dalam, diterbangkan angin topan, haaaffff *hilang arah (-_-)a okejeh, lanjut.
Sebenarnya kita semua yang lahir didunia ini adalah anak mami, anak papi juga loh. jadi apa salahnya dan kenapa harus malu ketika orang lain ngatain kita anak mami. Ya emang gitu faktanya kok.
Emang sih, yang jadi permasalahannya sekarang ini adalah sebutan anak mami yang kita dapatkan dari teman-teman lain itu karena semua hal yang kita lakuin masih aja butuh persetujuan orang tua dan keterbatasan izin yang orangtua kita berikan, ya bahasa kerennya orangtua yang over protektip gituu. Hal ini kadang-kadang menjadi bahan ejekan bagi kita, atau malah menjadi alasan teman-teman lain untuk menjauhi kita. Contohnya gini aja : teman-teman kita males ngajakin kita kemana-mana, mereka langsung menganggap kita sebagai anak mami yang gak dibolehin kemana-mana. Jadinya “GAK ASIK LOE, ANAK MAMI!!” Hal ini kadang-kadang membuat kita tertekan dan ingin menuntut kebebasan kepada orang tua, bahkan gak sedikit juga yang jadi benci sama orangtuanya. Tapi coba dong ngertiin papi-mami dulu, mereka pasti punya alasan yang cukup kenapa memperlakukan kita seperti ini. Bahkan kalo anak yang pengertian pasti memaklumi hal ini dan akan bertambah cintanya untuk papi-mami. Hihihihii
sebenarnya anak mami itu bukannya gak dibolehin kemana-mana siih, tapi ada banyak pertimbangan dari orangtuanya. Orang tua itu pasti peduli sama anaknya, ingin yang terbaik untuk anaknya, gak mau anaknya kenapa-kenapa. Nah, cara orang tua peduli kepada anaknya cenderung berbeda-beda. Hal ini juga dikarenakan pandangan orangtua terhadap anaknya masing-masing juga berbeda, termasuk pandangan yang berbeda terhadap anak laki-laki dan perempuan. Pandangan yang berbeda juga membuahkan perlakuan yang berbeda tentunya. Mungkin sebagian orangtua memang percaya sepenuhnya dan yakin anak-anaknya bisa menjaga dirinya sendiri, namun ada juga sebagian orang tua yang terlalu takut menanggung resiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga jadi over protective gitu. Jadi ada banyak hal yang dipertimbangkan orangtua dalam mengatur gaya hidup anaknya. Dalam hal perizinan ni ya, ini dia ni yang biasanya yang menjadi pertimbangan orangtua :
SATU, kemana ,apa manfaat dan tujuan kita melakukan suatu hal tersebut
Hal ini menjadi ukuran penting nomor satu yang dipertimbangkan orangtua dalam perizinan. Biasanya point “kemana” akan kita ungkapkan tanpa ditanyakan oleh orangtua. Ketika kita minta izin ini itu, kesini kesitu, orangtua pasti menanyakan “ngapain?” atau kata-kata lain yang punya makna sama. Kalau alasan yang kita berikan tepat dan menguntungkan, pasti orangtua mulai membuka peluang untuk mengizinkan anaknya melakukan sesuatu tersebut. Tapi kalo gak jelas tujuan dan manfaatnya apa, pasti orangtua bakal geleng-geleng sampe pusingpun gak ngizinin.
Eksempel:
Ijo : buk, pak, minggu depan Jo mau ke Bali yaa...
Ibu : ngapain Jo?
Ijo : cuci mata bu..
Ayah : cuci mata pake air dikamar mandi kan bisa Jo,  gak musti ke Bali.
Ijo : !@@#@#^$$^&%^&*(*()( *sinyal gak diizinin*
DUA, dengan siapa dan dimana
Hal ini biasanya akan menjadi pertanyaan selanjutnya setelah pertanyaan “ngapain”, ketika orangtua nanyain dengan siapa, maka jawaban yang akan diterima adalah jawaban yang meyakinkan orangtua bahwa orang yang ikut bersama kita adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa melindungi kita. Gak jarang juga tuh orangtua nanyain “berapa orang yang ikutan”, karena jumlah peserta menentukan peluang pemberian izin. Semakin besar angka yang dinyatakan, semakin besar peluang mendapatkan izin. Hehee
Selanjutnya, kata Tanya “dimana”, ini akan muncul dalam banyak versi pertanyaan, misalnya “kempingnya dimana?” “tidurnya dimana?” “makannya dimana?” dan dimana-dimana lainnya. Kalo dimananya gak jelas, gak usah ngarep banyak dapat izin buat kemana-mana.
Eksempel :
Ijo : buk, pak, Jo mau ke Bogor. Boleh ya….
Bapak : sama siapa Jo?
Ijo : anjing tetangga pak, Bleki. Tenang aja, dia kan udah pernah dilatih jadi anjing militer.
Ibu : terus kamu mau nginap dimana di Bogor?
Ijo : dirumah temennya Bleki lah, buk!
Bapak : *nelpon rumah sakit jiwa* -__________-
TIGA, menyesuaikan izin dengan kemampuan ekonomi, perilaku dan sifat kita sehari-hari
Orangtua yang perhatian sama anak-anaknya pasti paham betul sifat dan perilaku anaknya sehari-hari, apa anaknya penakut, pemberani, malas, rajin, penyabar, emosian, atau lain-lainnya. Nah, hal ini masuk kedalam pertimbangan orangtua ketika memberikan izin kepada anaknya.
Contohnya gini aja
Ijo : pak, Jo mau ke SINGAPORE, sama temen sekelas, ikutan study tour. Ntar nginapnya di Hotel. Harganya murah loh, seminggu Cuma 1 juta-an.
Bapak : iya, boleh. murah banget yaaa. Tiket pesawatnya berapaan?
Ijo : itu dia, bapak beliin pesawat dong! Jo mau nyetir pesawat sendiri nih. Biar hemat
Bapak : -________- *ngurung Ijo di kamar mandi*
Ahahahahaaa,,
Nah, itu dia sekilas gambaran pertimbangan orangtua ketika anak-anaknya minta izin ini itu. Sebagai anak yang baik hati kita harus menghargai pertimbangan-pertimbangan tersebut. Karena sayang, makanya ditimbang dulu sebelum ngizinin anaknya kemana-mana. Gak perlu alasan bohongan untuk dapatin izin kemana-mana, bisa kualat loh. Pokoknya yang penting, kejujuran yang kita bangun akan membuahkan kepercayaan disisi orangtua kita. Jadi gak usah malu kalo gak diizinin kesini kesitu, ini diatur itu diatur. Semuanya udah diporsikan sama orangtua kita, demi kebaikan kita pastinya. Udah deh, segitu aja dulu. see u